Berdasarkan referensi yang ada pada sebuah situs di Internet, secara singkat “Permission Marketing” didefinisikan sebagai suatu teknik pemasaran yang memerlukan persetujuan dari customernya. Dari beberapa referensi yang saya baca tentang definisi “Permission Marketing”, saya menarik suatu kesimpulan bahwa “Permission Marketing” adalah teknik pemasaran kepada customer setelah customer menyetujui untuk dikirimi informasi tentang produk (barang atau jasa) yang sesuai dengan keinginan atau selera dari customer tersebut.

Salah satu contoh kongkrit dari “Permission Marketing” ini adalah sebuah opsi/pilihan yang ada pada saat kita mau melakukan “sign-up” sebuah E-mail. Disana biasanya ada pertanyaan optional yaitu tentang kesukaan atau hobby. Terlebih lagi, ada juga yang langsung menawarkan untuk dikirimi penawaran – penawaran berdasarkan kategori tertentu seperti otomotif, sport, seni, dan lainnya.

Jadi kembali lagi pada pertanyaan, Mengapa “Permission Marketing” diperlukan untuk sebuah situs B2C?
Kalau menurut saya pribadi..”Permission Marketing” itu sangat diperlukan untuk sebuah situs B2C, dimana pemasaran berarti ditujukan kepada end-user. “Permission Marketing” merupakan teknik pemasaran yang efektif karena si penerima akan lebih aware dengan produk yang dipasarkan, dikarenakan produk tersebut sesuai dengan hobby atau kesukaan si penerima, atau mungkin mereka sendiri yang justru ingin dikirimi tentang produk yang mereka minta. Sebagai tambahan, “Permission Marketing” juga lebih efisien dalam hal biaya (cost-efficient). Hal ini dikarenakan customer atau calon customernya telah ter-identifikasi dan ter-target secara jelas.

Sementara dari sisi customernya, “Permission Marketing” membuat customer merasa nyaman, karena informasi yang diterimanya memang informasi yang memang telah diminta secara pribadi dari masing-masing yang bersangkutan. Jadi customer tidak akan menerima informasi yang tidak berguna. Dan apabila si penerima informasi tersebut merasa terganggu, hal ini terkadang bisa membuat si penerima membenci perusahaan yang memasarkan produk tersebut. Hal-hal seperti itu tentunya tidak diinginkan oleh perusahaan manapun.

Kesimpulannya:
“Permission Marketing” untuk B2C adalah “Win-Win Solution” untuk kedua belah pihak, baik dari Perusahaan si penjual produk maupun customernya.
- Dari sisi perusahaan penjual produk, mereka bisa fokus memasarkan produk mereka kepada orang yang memang ingin mengetahui informasi dan membeli produk tersebut. Jadi, pasti lebih efektif.
- Dari sisi Customer, mereka akan dikirimi penawaran-penawaran sesuai keinginan mereka masing-masing. Jadi mereka tidak akan menerima informasi-informasi yang tidak mereka inginkan yang tentunya cukup mengganggu, yang mungkin akan membuat si penerima menjadi “benci” dengan perusahaan yang menawarkan produk tersebut.

Posted by: ibnualiguna | January 7, 2009

Nyari mobil bekas lebih mudah melalui Internet…

Internet merupakan fasilitas dan media informasi yang sudah lama ditemukan yaitu sekitar tahun 1983 dan mulai “booming” di Indonesia sekitar tahun 1996 (kalo ga salah…soalnya itu pas jamannya saya SD hehe..). Dengan Internet kita bisa ngelakuin apa aja, mulai dari nyari informasi, belajar, sampai bertransaksi. E-business atau jual beli barang lewat Internet sudah sangat populer di banyak negara. Akan tetapi, hal tersebut masih kurang populer bagi masyarakat Indonesia. Berbagai alasan seperti koneksi Internet yang tidak mendukung, kriminalitas yang tinggi serta masyarakat Indonesia yang belum “Internet-minded” menjadi halangan bagi berkembangnya E-business di Indonesia.

Saya pernah denger kasus dari temen saya yang berada di luar negeri.. ceritanya begini….disana ada restoran fastfood yang nyediain fasilitas pemesanan makanan secara online. Seorang Indonesia yang kuliah di luar negeri (katakanlah si A) ingin mencoba memesan pizza melalui website took pizza tersebut. Setelah selesai memilih pizza dan membayar pizza tersebut melalui website pizza, A menelepon toko pizza tersebut untuk meng-check apakah pesanannya sudah masuk, dan ternyata pesanannya sudah masuk. Setelah itu, si B (B adalah teman A) bertanya kepada A “koq ditelpon lagi? bukannya tadi udah pesen online?”. A pun menjawab “iya abis koq rasanya aneh aja, biasa di Indo kan kalo mau mesen kita harus datang ke tempatnya atau nelpon, jadi mending gue telpon lagi, biar lebih yakin takut ga masuk pesanannya hehe”. Dari kasus tersebut, terlihat orang Indonesia masih belum percaya atau belum terbiasa dengan bisnis dan transaksi lewat Internet.

Saya mencoba mengambil satu contoh..yaitu media jual beli mobil lewat Internet. Saya melihat bisnis ini cukup berprospek karena bisnis ini hanya menyediakan tempat bagi orang untuk memasang iklan. Jadi proses transaksi tetap dilakukan antar penjual (si pemasang iklan) dan pembeli (orang yang browsing di Internet). Beberapa contoh dari website seperti ini adalah gudangmobil.com, warungmobil.com, jagadmobil.com, mobilku.com, autoritel.com, dan masih banyak lagi. Sebagai tambahan, Koran Kompas pun juga memuat iklanbaris bagian otomotif di website Kompas.com, yaitu otomotif.kompas.com, sehingga kita dengan mudah dapat mencari iklan mobil tanpa harus membeli Koran Kompas. Dan enaknya lagi..pada situs otomotif.kompas.com, terdapat fasilitas SEARCH sehingga kita bisa dengan gampang banget nyari mobil yang kita mau..coba aja bandingin kalo kita harus “ngubek-ngubek” koran terus ngeliatin satu per satu..lebih repot mana coba?

 

Past..
Kalo kita mau beli mobil bekas, biasanya nyari mobil harus beli koran (berdasarkan hasil survey ke temen2 yang mao beli mobil)..Selain itu, ada juga alternative lain dengan mendatangi showroom-showroom yang jual mobil bekas..kan lumayan banyak tuh..seperti di Kemayoran, Kelapa Gading, dan lainnya..jadi nyari mobil jadi agak nyita waktu..jadi enggak efisien gitu..

Now..
Sekarang ini sedang lumayan booming website-website sebagai media yang menyediakan tempat untuk memasang iklan penjualan mobil. Berbagai contoh telah disebutkan di atas seperti: gudangmobil.com, warungmobil.com, jagadmobil.com, mobilku.com, autoritel.com dan masih banyak lagi. Saya juga menanyakan ke beberapa teman saya yang kebetulan mencari mobil bekas, dan sebagian besar dari mereka mencari mobil bekas tersebut secara online. Entah itu ada yang bilang dari otomotif.kompas.com, ada juga yang nyari di mobilku.com dan lain sebagainya.

Jadi menurut saya sebetulnya ini adalah bisnis yang menyediakan informasi tentang mobil-mobil dijual. Bagi orang yang mau menjual mobil, dapat memasang foto mobil yang mau dijual beserta informasi lengkap berkaitan dengan mobil itu, dan biasanya sampai saat ini sebagian besar masih gratis.

Sejauh yang saya tau, tujuan awal mereka adalah ingin membangun traffic yang ramai pada website tersebut. Setelah website tersebut ramai, dan mereka sudah “punya nama”, barulah mereka berpikir untuk memasang harga bagi tiap yang mau memasang iklan. Selain itu mereka juga akan menyediakan space untuk banner advertising. Bagian ini tidak kalah pentingnya dan justru mendatangkan banyak uang bagi si empunya website tersebut.
 

Future..
Berhubung bisnis seperti ini baru “booming” di Indonesia, prospek untuk ke depan masih cukup baik. Tentu saja karena competitor masih sedikit, jadi peluang untuk ke depan masih terbuka…Untuk revenuenya, situs tersebut akan mengeruk keuntungan yang besar dari banner advertising di website tersebut. Sebagai informasi, salah satu situs penyedia jasa informasi di Indonesia, detik.com, memasang tarif 5-10 juta rupiah per hari untuk banner dengan ukuran sedang pada websitenya. Coba kita itung2..anggap lah 5 juta per hari, sebulannya berapa ya….bisa dihitung sendiri yah hehehe..terdengar cukup menarik ya..

Jadi menurut pendapat saya, untuk online bisnis seperti E-business dalam arti menjual produk secara online dengan transaksi online, rasanya masih sangat sulit.

Sebaliknya, bisnis online penyedia informasi jual beli mobil memiliki prospek ke depan yang cukup baik. Menurut saya, bagi orang Indonesia yang masih takut sama penipuan dan kejahatan di Internet mereka tidak perlu takut untuk cari mobil melalui Internet. Karena lebih banyak untungnya..Yang pertama, cari mobil pasti lebih cepet..jadi hemat waktu..Untuk masalah penipuan, sepertinya hampir tidak pernah terjadi, karena yang namanya beli mobil pasti kan janjian untuk ketemu antara penjual dan pembeli untuk liat kondisi mobil. Setelah deal, baru transaksi..praktis, mudah dan aman..

E-Procurement….?
Apa sih yang dimaksud dengan E-procurement itu? E-procurement adalah adalah pengadaan/pembelian business-to-business (B2B) dan penjualan barang dan jasa melalui Internet maupun sistem-sistem informasi dan jaringan lain. Secara umum, dengan menerapkan E-procurement, maka perusahaan dapat menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Dalam beberapa contoh, biaya pemrosesan berkurang sebesar 85%. E-procurement merupakan komponen besar dalam e-commerce B2B modern dan dapat diterapkan pada spektrum luas industri dan pasar.

Berikut saya akan mencoba mengulas, keuntungan-keuntungan apa aja sih yang sudah dirasakan dengan menerapkan E-procurement, terutama di Indonesia….

 

Berbagai manfaat yang dirasakan dengan adanya E-procurement pada dunia nyata…khususnya di Indonesia…..
1. Bebas dari KKN
E-procurement menimbulkan efek transparansi (bebas KKN), mampu menghemat baik dari segi biaya ataupun waktu lelang sampai dengan kemampuan mengelola sistem pemasokan di sebuah instansi/ perusahaan yang akan semakin baik.

Analogi dari hal yang sering terjadi adalah sebagai berikut:
Perusahaan A ingin membeli barang dari Supplier yaitu perusahaan B. Kita ambil contoh ingin membeli sebuah mobil dengan harga 100 juta rupiah. Kemudian Sales dari perusahaan B menaikkan harga 110 juta rupiah untuk dijual kepada perusahaan A. Staf Purchasing dari perusahaan A pun tidak mau kalah dengan menaikkan harga menjadi 120 juta rupiah. Hal demikian kerap kali terjadi pada perusahaan-perusahaan di Indonesia.Pada contoh di atas, bayangkan saja.. mobil yang harganya 100 juta menjadi 120 juta.

Dengan E-procurement hal tersebut tidak akan terjadi. Hal itu sudah pasti akan menghemat cost yang seharusnya tidak diperlukan.

2. Memperoleh harga yang optimal.
Penghematan pada E-procurement itu bisa diperoleh karena perusahaan berhasil memperoleh harga yang optimal dari setiap pemasok (supplier) dari setiap lelang barang/ jasa yang dilaksanakan tanpa banyak perantara (banyak layer).

3. Efisiensi waktu.                          
Mampu mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam proses pengadaan barang/jasa, sehingga paket – paket proyek berjalan relatif lebih tepat waktu. Selain itu, perusahaan juga dapat memberikan respon yang cepat terhadap setiap pertanyaan & klarifikasi yang ada. Tambahan lagi, E-procurement juga menunjang sistem Just In Time (JIT) dalam memenuhi kebutuhan material sehingga terjadi efisiensi biaya (cost reduction).

4. Mengurangi tenaga kerja
E-procurement juga mengurangi personil yang terlibat dalam penerimaan, pencatatan, maupun pendistribusian persyaratan administrasi sehingga meningkatkan produktivitas dan secara otomatis akan mengurangi cost untuk membayar gaji staf/pegawai.

5. Sesuai kebutuhan user dan mengurangi tingkat kesalahan
E-procurement dapat memaksimalkan kecocokan dengan kebutuhan. Selain itu, E-procurement juga mengurangi kecenderungan kesalahan pengguna dalam proses pengadaan, karena pesanan-pesanan dibuat dengan memilih item-item yang ada di katalog dalam sistem. Transaksi elektronik disampaikan antara dewan FMIS, e-marketplace, dan sistem pemasok tidak membutuhkan campur tangan manusia. Hal ini mengurangi tingkat kesalahan., harga-harga tidak tepat, atau item-item dalam katalog sudah usang dan tidak diproduksi lagi pada waktu pemesanan.

6. Kemampuan mengontrol Purchasing (Pembelian)
Dengan adanya E-procurement, maka seluruh pembelian akan disimpan ke dalam pusat database perusahaan dan secara langsung berhubungan dengan Sistem yang berada di divisi keuangan, FMIS (Financial Management Information System). Selain kemampuan untuk mengontrol pembelian, perusahaan juga dengan mudah melihat kembali data pembelian, mengingat seluruh pembelian hanya disimpan pada satu database terpusat pada suatu perusahaan.

E-procurement pada Departemen Pekerjaan Umum (PU) Indonesia
Contoh nyata dari cost saving dan profitability increase pada E-procurement adalah yang diterapkannya E-procurement pada Departemen Pekerjaan Umum (PU) Indonesia.

Salah satu situs WartaEGov membuat sebuah berita dengan judul “E-procurement: Teknologi Bebas KKN” memberitakan dengan dijalankannya E-procurement di Departemen Pekerjaan Umum (PU), WartaEGov memperoleh data yang membuktikan PU mampu menghemat tak kurang dari 571 Milyar rupiah pada tahun 2006 lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bayangkan… PU dapat menghemat 500an milyar rupiah hanya dengan menerapkan E-procurement…. Betul-betul sangat efektif untuk mengurangi biaya/cost…

Kesimpulannya……
Jadi.. berdasarkan rincian yang telah saya buat di atas… saya mengambil kesimpulan bahwa E-procurement dapat mengurangi biaya/cost secara signifikan,dikarenakan manfaat-manfaat yang telah diuraikan di atas seperti efisiensi waktu, efisiensi tenaga kerja, dan lain sebagainya. Dengan berkurangnya biaya/cost sebagai akibat dari penerapan E-procurement pada suatu perusahaan secara otomatis akan meningkatkan keuntungan/profitability bagi suatu perusahaan.

Posted by: ibnualiguna | December 9, 2008

Mengulas 6 e-Business Key Strategy Decisions pada AudioMobilShop

Seperti yang kita ketahui, dunia maya/internet berkembang dengan begitu pesatnya.. Hal seperti ini menginspirasikan sebagian orang menciptakan situs belanja online. Dalam kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas Audiomobilshop, yaitu yang didirikan pada tahun 2005.

Nahh.. untuk mengenal lebih dalam lagi tentang Audiomobilshop, saya akan mencoba mengulas berdasarkan six key e-business strategies decision

Decision 1: E-Business Channel Priorities

Pada tahun 2003, Audiomobilshop pertama kali didirikan di daerah Senen. Namun katanya sih karena alesan keamanan, Audiomobilshop pindah ke Sunter, yang berlokasi di Sunter Karya Utara IV Blok G2/28.

Kemudian pada Oktober 2005, Audiomobilshop membuat situs penjualan barang-barang “In Car Entertainment”, yaitu Audiomobilshop.com, sekaligus memfokuskan bisnisnya pada bisnis online. Sedangkan untuk toko yang ada di daerah Sunter, digunakan untuk instalasi audio (walaupun barang-barang audio juga masih bisa dibeli di tempat ini.

Jadi, menurut pendapat saya, dari sisi e-business channel priorities, strategi yang digunakan oleh Audiomobilshop adalah ‘Click and Mortar’, karena selain memiliki toko online, juga memiliki toko berwujud/fisik yang berlokasi di Sunter.

Decision 2: Organizational restructuring and capabilities

Audiomobilshop telah melakukan restrukturisasi dari sisi payment pada situs Audiomobilshop.com. Pada awalnya, sistem pembayaran dilakukan via transfer antar bank dan sistem pembayaran COD (Cash on Delivery). Seiring dengan berjalannya waktu, Audiomobilshop merasa perlu merestrukturisasi sistem pembayarannya.. yang tadinya hanya bisa melalui transfer dan COD.. sekarang ditambah dapat membayar dengan kartu kredit.. Hal ini dilakukan oleh Audiomobilshop dengan bekerja sama dengan PayPal.

Audiomobilshop juga memberi pelayanan pengiriman barang sampai tujuan dengan tenaga kurir untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dan instalasi ditempat pelanggan (seperti yang telah dijelaskan di atas), sehingga hanya dengan berbelanja didepan komputer saat itu juga produk sudah diinstal di tempat tanpa harus beranjak dari kursi.
Untuk daerah luar kota, Audiomobilshop menjalin kerjasama dengan mitra expedisi yang terpercaya (a.l TikiJNE, MEX dirgantara, Fedex, DHL) sampai ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan Audiomobilshop juga dapat mengirim pesanan sampai ke seluruh dunia.

Decision 3: Business, service and revenue models

Pada awal berdirinya Audiomobilshop berlokasi di daerah Senen, rumah audio melakukan hal sebagai mana instalatur audio lainnya, yaitu menjual barang-barang audio sekaligus melakukan instalasi. Akan tetapi, pada sejak akhir tahun 2005, yaitu didirikannya website Audiomobilshop.com, mereka beralih memfokuskan bisnis mereka pada bisnis barang-barang Audio mobil secara online.

Revenue model dari Audiomobilshop adalah Commission-based sales dimana Audiomobilshop akan mendapatkan keuntungan (komisi) dari produk-produk yang dijualnya.

Decision 4: Marketplace restructuring

  • Sell-side: Audiomobilshop melakukan penjualan barang-barang audio mobil kepada customer (yang sebelumnya dibeli dari beberapa supplier). Jadi dengan kata lain, Audiomobilshop merupakan Online Intermediary dari produk-produk audio mobil bermerek. Transaksi terjadi di website Audiomobilshop.com. Untuk pembayarannya, dapat dilakukan dengan cara transfer, COD, dan kartu kredit.
  • Buy-side: Barang-barang audio mobil yang dipasarkan di Audiomobilshop.com langsung diambil dari distributor besar ataupun produsennya langsung. Apabila pembayaran dilakukan secara cash dalam jangka waktu yang singkat (kurang dari waktu yang ditentukan pada TOP), maka Audiomobilshop akan mendapatkan discount/potongan harga yang lumayan. Sebagai contoh: untuk merek terkenal asal negeri paman sam seperti Rockford Fosgate, diambil dari supplier yaitu PT Roma Motor.

  • Decision 5: Market and product development strategies

    Beberapa strategi yang telah dilakukan oleh Audiomobilshop untuk meningkatkan E-businessnya seperti:

    • Penetrasi pasar. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan ekspedisi-ekspedisi terkenal, sehingga mampu melayani daerah-daerah yang terkadang sulit untuk dijangkau. Sampai saat ini, Audiomobilshop.com telah melayani pengiriman barang ke luar Indonesia.
    • Perkembangan layanan digital yang baru. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan PayPal, sehingga pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. Setau saya, sampai saat ini, masih jarang berjualan barang secara online di Indonesia yang pembayarannya menggunakan PayPal..Jadi boleh dibilang terobosan baru yah…
    • Diversifikasi. Dalam hal ini, produk yang dijual sangat variatif, tidak hanya terfokus pada speaker, amplifiers ataupun subwoofers. Audiomobilshop.com juga menjual barang-barang “In Car Entertainment” lainnya seperti TV, Capacitor Bank, DVD player dan lainnya. Selain itu Audiomobilshop juga melakukan kerja sama dengan instalatur-instalatur audio yang tersebar di seluruh Indonesia (tentunya dengan harga yang lebih murah, karena sudah membeli barang di Audiomobilshop.com)

    Decision 6: Positioning and differentiation strategies

    Berdasarkan teori yang ada, ada 4 strategic focus untuk mengetahui posisi perusahaan di pasar online, yaitu Product performance excellence, Price performance excellence, Transactional excellence, dan Relationship excellence. Dibawah ini adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan :

    • Product performance excellence. Dalam hal ini, pada jangka waktu tertentu, Audiomobilshop menawarkan paket Audio yang berisi set audio mobil, yang apabila dibandingkan dengan harga satuan, harga paket tersebut jauh lebih murah. Yang lebih menarik, Audiomobilshop bekerja sama dengan beberapa instalatur audio yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi apabila kita telah melakukan pembelian audio pada Audiomobilshop.com, kita mendapatkan potongan harga 30-50% untuk biaya instalasi pada bengkel audio rekanan Audiomobilshop.com. Cukup menarik bukan?
    • Transactional Excellence. Dalam hal ini, Audiomobilshop telah meng-upgrade/merestrukturisasi sistem pembayarannya yaitu dapat dilakukan dengan kartu kredit (bekerja sama dengan  PayPal), dimana sebelumnya hanya dilakukan via transfer antar bank dan COD. Hal ini membuat orang semakin mudah dan praktis berbelanja barang audio mobil di Audiomobilshop.com. Sebagai tambahan, untuk wilayah Jabodetabek, barang audio yang dipesan akan dikirim paling lambat 5 jam setelah transaksi dilakukan. Sungguh sangat menar

    Tindakan/Action yang dilakukan oleh Audiomobilshop yang memfokuskan bisnisnya pada E-business/online business merupakan awal yang cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan Audiomobilshop.com men-support bisnisnya dengan teknologi up-to-date yaitu Internet dan didukung dengan sistem pembayaran yang praktis yaitu pembayaran melalui kartu kredit. Sebagai tambahan, salah satu Weakness dari E-business, namun Audiomobilshop dapat merubah hal tersebut menjadi Strength, yaitu waktu pengiriman yang relatif cukup singkat, yaitu kurang dari 5 jam untuk pemesanan daerah Jabodetabek.

    Jadi dari cerita panjang lebar di atas, inti dari yang ingin saya sampaikan adalah E-business memang bisnis yang cukup praktis dan efisien mengingat tidak memerlukan initial cost yang besar. Akan tetapi tanpa strategi yang jitu (dalam hal ini 6-key strategic decision), maka kita akan sulit untuk mencapai Goal yang telah ditetapka.

    Posted by: ibnualiguna | December 3, 2008

    Langkah-langkah membangun sebuah website untuk small retailer

    Tahap-tahap dalam membangun sebuah website


    Dalam membangun sebuah website yang baik untuk small retailer, kita perlu membuat tahap-tahap pembuatan website yang sistematis. Oleh karena itu, kita perlu menetapkan goal/tujuan dari pembuatan website tersebut. Maka, kita perlu men-design website yang sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi dari user.

    Adapun tahap-tahapnya adalah sebagai berikut:

    1. Menganalisa dan mempelajari Target Audience

    Hal pertama yang perlu dilakukan dalam membangun sebuah website adalah menentukan Target Audience dan mengerti akan kebutuhan dan ekspektasinya. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan survey untuk mengetahui kebutuhan dari target audience. Hal lain dapat juga dilakukan dengan melakukan polling berdasarkan data historikal. Sebagai tambahan, dapat juga dilakukan dengan me-review website-website sejenis.

    2. Menetapkan Goal/tujuan

    Setelah mengumpulkan data tentang target audience, kita akan menganalisa data tersebut untuk kemudian menentukan karakteristik yang sesuai dengan website. Berdasarkan analisa, kita menetapkan goal/tujuan.

    3. Membuat perencanaan pembangunan website

    Tahap ini akan melibatkan perencanaan tentang struktur dari website secara keseluruhan berdasarkan informasi yang telah didapatkan dari kedua step diatas. Adapun strukturnya meliputi: jumlah halaman website, interface design dan layout. Pada tahap ini, kita juga memikirkan strategi untuk mencapai goal/tujuan yang telah ditetapkan.

    Hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan pada tahap ini adalah Budgetting. Budget tersebut harus meng-cover seluruh step-step yang ada, mulai dari tahap awal analisa, sampai pada tahap akhir yaitu launching website. Penghitungan tentang Return On Investment (ROI) harus ditetapkan sebagai kerangka agar pengeluaran tidak melebihi dari yang telah ditetapkan pada penghitungan ROI.

    4. Mulai membangun website

    Setelah selesai melakukan perencanaan dan menetapkan strategi untuk mencapai tujuan, maka website akan mulai dibangun. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting, karena tahap ini merupakan realisasi dari perencanaan yang telah dibuat pada tahap yang telah dijelaskan di atas.

    5. Melakukan tes dan uji coba website

    Setelah website selesai dibuat, hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan tes pada website untuk memastikan seluruh fungsi-fungsi yang ada bekerja sebagaimana mestinya (bekerja secara normal). Pada tahap ini, kita juga mencari bug-bug yang ada dan kemudian memperbaikinya. Hal tersebut dikerjakan secara terus menerus sampai website dapat diakses secara sempurna serta tanpa bug sama sekali.

    6. Melakukan launching/peluncuran website

    Tahap ini merupakan tahap terakhir dari pembangunan website. Pada tahap ini, seluruh file berkaitan   dengan website dimasukkan ke dalam web server.

    Hal lain juga perlu dilakukan untuk memperkenalkan website kita kepada publik, seperti : memasang iklan tentang website kita, memasukkan website kita ke dalam search engine, dan berbagai kegiatan marketing lainnya.

    Management Issue dalam membuat suatu website


    Beberapa hal penting yang harus di manage dalam membangun sebuah website adalah:

    - Tujuan dari sebuah website

    Kita perlu menetapkan tujuan/goal sebelum membuat sebuah website. Beberapa contoh tujuan dari sebuah website adalah: Brochure, Commerce, CRM, Decision Support, Product Support, Extranet, Intranet, dan Reference

    - Budgetting

    Budgetting harus meng-cover se-sedikitnya step-step/tahap-tahap yang telah dijelaskan di atas, mulai dari analisa dan perencanaan sampai pada tahap launching/peluncuran.

    Perhitungan ROI juga diperlukan untuk menjaga pengeluaran/cost yang berlebihan.

    - Design Issues

    Hal design dari sebuah website yang harus diperhatikan adalah: bentuk, ukuran, resolusi, warna dan kapabilitas dari suatu website. Berikut adalah hal-hal sebagai indikator dalam menentukan design sebuah website : target market, base layout, content, database, multimedia, accessibility, interactivity, search/drill down, multiple languages, security, visitor experience, newsletter, forums.

    - E-Commerce

    E-commerce diartikan secara sederhana berjualan melalui media Internet. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan hal ini : Shopping System, Payment Handling, Credit Card Transaction, Secure Certificates, Drop Shipping, VAT Processing, dan Terms and Condition

    - Legal

    Dalam hal ini, kita harus memperhatikan hukum-hukum/perundang-undangan yang berlaku pada negara setempat. Sebagai contoh: di negara Inggris, ada 3 undang-undang yabng mengatur website negara Inggris yaitu: disability discrimination, distance selling regulation, dan data protection.

    - Marketing dan Promotion

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal ini:

    • Membangun traffic yang ramai ke dalam website
    • Keywords/Meta tags
    • Melakukan promosi secara offline

    - Operation Issues

    Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana me-maintain sebuah website yang sudah berjalan. Dalam hal ini, biasanya perusahaan memerlukan Website Administrator yang bertugas melakukan maintenance dari website tersebut.

    Posted by: ibnualiguna | November 26, 2008

    PT Ganda Auto Utama with its expansion in E-Business

    Untuk Tugas Pertama ini, saya akan mengambil contoh PT. Ganda Auto Utama tempat dimana saya bekerja sampai saat ini.

    Background of PT Ganda Auto Utama
    PT Ganda Auto Utama, atau yang selanjutnya disebut Ganda Auto, merupakan suatu perusahaan penjualan mobil CBU (Completely Built Up) baik secara wholesale maupun retail. Secara wholesale dilakukan dengan melakukan penjualan kepada showroom-showroom CBU kecil, sedangkan secara retail dilakukan dengan melakukan penjualan kepada end-user/pemakai. Hal ini dikarenakan Ganda Auto juga merupakan Importir Umum (IU) mobil-mobil CBU.

    E-Business Model Regarding PT Ganda Auto Utama
    Beberapa bulan yang lalu, PT.Ganda Auto Utama telah melakukan ekspansi bisnisnya dari sisi Internet atau yang biasa dikenal dengan nama E-business. Saat ini, saya bekerja sebagai staf IT yang ditugaskan merancang system flow dari suatu website, yaitu Autoritel.com.

    Autoritel.com adalah market otomotif online 24 jam yang menjangkau seluruh kota di Indonesia dengan menggunakan sarana Internet (Web/Portal) yang akan memberikan kemudahan bagi penjual atau pencari mobil untuk menjual atau mencari mobil baik baru maupun bekas

    Tidak hanya itu, Autoritel pun menyajikan segala informasi berkaitan dengan dunia otomotif mulai dari artikel menarik, info bengkel, toko spare part dan aksesoris, sampai perusahaan leasing (kredit).

    Sampai saat ini, progress dari pembuatan website Autoritel.com ini baru berjalan sekitar 50% dan akan diperkirakan selesai pada akhir Januari 2009 dan akan di launching pada bulan Februari 2009.

    Berikut adalah screenshot dari Autoritel.com

    Autoritel categorized in what type of E-commerce?

    Autoritel masuk ke dalam tipe B2C (Business to Consumer) dan B2B (Business to Business)

    • Dikatakan B2C karena Autoritel menjual space iklan di website Autoritel.com bagi si penjual untuk menjual mobilnya dan si pencari mobil untuk mencari mobil.
    • Dikatakan B2B karena Autoritel menjual space Dealership/Online-Showroom bagi orang yang ingin membuka showroom online pada website Autoritel.com. Selain itu Autoritel juga menjual space banner bagi perusahaan yang ingin memasang banner pada website Autoritel.com

    Autoritel’s Revenue Model

    Jadi dari ekspansi Ganda Auto dari E-business model melalui pembuatan website Autoritel.com, Ganda Auto diperkirakan dapat menambah pendapatan seperti:

    1. Member yang ingin memasang iklan jual mobil ataupun iklan cari mobil
    2. Dealership atau Showroom yang ingin membuka showroom secara online
    3. Advertising/Iklan sebagai contoh banner

    Berdasarkan teori, Revenue Model dapat dikategorikan ke dalam 5 jenis yaitu:

    • Direct product sales of product or service
    • Subscription or rental of service
    • Commission-based sales (affiliate, auction, marketplace)
    • Advertising (bannerads, sponsorship)
    • Sales of syndicated content or services (for media owner)

    Menurut pendapat saya Revenue Model dari Autoritel masuk dalam kategori Advertising (Banner ads,sponsorship). Hal ini dikarenakan Autoritel mendapatkan profit dari si penjual atau pencari yang memasang mobilnya sebagai iklan jual / iklan cari di Autoritel. Selain itu Autoritel juga akan mendapatkan profit dari banner dan sponsor.

    Categories

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.